13. Feb, 2015

Shortcut rutinitas

Rutinitas adalah satu siklus pergerakan yang dilakukan berulang-ulang. Secara sederhana sebagai contoh adalah perputaran bumi pada porosnya, menyebabkan terjadinya siang dan malam. Contoh berikutnya juga adalah aliran darah dalam tubuh kita, secara rutin mengaliri tubuh kita dan menyuplai makanan, udara dan lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh agar tetap hidup. Dua contoh besar diatas adalah sebuah frame/ bingkai besar rutinitas yang terjadi disekitar kita dan dalam diri kita. Hal ini sudah menjadi kehendak sang pencipta, dan inilah yang menjadi dasar pemikiran dan pegangan kita selama ini bahwa apabila kedua hal diatas masih melakukan rutinitasnya maka kehidupan masih memihak pada lingkungan dan diri kita. Dan sebaliknya, jika dua rutinitas ini berubah, maka sudah bisa dipastikan akan merusak dan menghentikan siklus kehidupan diri dan lingkungan. Begitu berharganya rutinitas ini sehingga kita semua berharap hal ini tidak akan berubah.

Dalam aktivitas kerja dikantor, pergaulan di masyarakat, kehidupan rumah tangga, kesemuanya tidak akan lepas dari suatu rutinitas. Bagi pekerja, saat pagi jam 7.00 tepat kebanyakan pekerja sudah mulai aktivitas kerjanya dikantor/perusahaan dan berakhir sampai sore hari jam 5.00 bersiap untuk pulang, ini dilakukan setiap hari selama 5-6 hari dalam seminggu. Dalam kehidupan masyarakat, kunjungan ke tetangga & kerabat, aktivitas lingkungan secara berkala, semua ini adalah rutinitas. Dalam kehidupan rumah tangga, aktivitas dari istri, suami, anak dan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga juga adalah suatu rutinitas. Dapat dibayangkan, jika rutinitas ini semua berhenti, atau berubah, maka secara langsung akan terjadi ketimpangan dan mengganggu keseimbangan.

Ada pernyataan yang sering sekali kita dengar “rutinitas adalah hal yang membosankan”. Pernyataan ini ada benarnya namun banyak salahnya. Benarnya jika fisik kita tidak mendukung untuk melakukan hal ini. Misalnya sedang sakit keras, badan lemah dan fisik loyo. Banyak salahnya jika secara psikis/ kejiwaan kita mengatakan hal ini .Pernyataan diatas banyak disampaikan oleh kita secara psikis atau secara kejiwaan, kita sering kali tidak menghargai hasil karya kita karena hasil dari suatu rutinitas. Sebenarnya jika dicermati, sesuatu yang baru itu muncul setelah kita melakukan rutinitas kita secara terus menerus, sampai kita merasa cekatan. Saat kita sudah cekatan dengan hal yang rutin tersebut, secara tidak sengaja kita akan menemukan metode baru atau jalan pintas atau bahasa kerennya “shortcut” dari suatu kegiatan rutin tersebut. Penemuan shortcut ini  biasanya muncul dari orang-orang yang tidak akan pernah merasa bosan dengan rutinitasnnya.

Agar kita dapat menemukan shortcut dari rutinitas kita, beberapa hal yang menjadi konsern adalah:

  1. Hargailah semua aktivitas kita yang rutin walaupun saat ini memberikan hasil yang kecil
  2. Pelajari  dan temukan makna dari setiap aktivitas rutin kita
  3. Yakinlah bahwa siklus rutinitas ini menyimpan suatu hal yang baru yang suatu saat akan muncul