Artikel motivasi

13. Nov, 2017

“Hidup adalah perjuangan” bermakna bahwa untuk bertahan dalam kancah kehidupan, manusia dituntut mampu membentuk barikade pertahanan dari serangan-serangan dinamika baik dan buruk kehidupan. Dinamika baik dan buruk menjadikan goncangan yang dapat membahayakan bahtera kehitupan kita. Serangan-serangan diatas akan selalu mengenai kita, kapan, dimana dan dalam kondisi apapun.  Olehkarena itu barikade pertahanan haruslah mampu mengimbangi serangan-serangan diatas.

Untuk memunculkan barikade pertahanan yang solid, dituntut bahan pembentuk terdiri dari material/ bahan (Religi, Kesehatan, Kekayaan harta dan hubungan sosial) yang berkualitas (kuat dan tahan lama) dan satu lagi hal yang menjadikan material-material tersebut membentuk soliditas yang kontinyu ialah Rantai Motivasi. Rantai Motivasi yang mengikat mereka dalam satu kesatuan untuk selalu tegar dan solid terhadap benturan-benturan baik dan buruk yang datang mengenai.

Motivasi dapat diibaratkan sebagai:

  • Motivasi bagaikan air bagi tanaman yang sedang layu,
  • Motivasi bagaikan garam dalam sayur bening,
  • Motivasi bagaikan payung dalam guyuran hujan,
  • Motivasi bagaikan selimut dalam kedinginan dan
  • Motivasi bagaikan kekasih dalam kerinduan,

Pengandaian motivasi diatas merupakan  rantai- rantai yang seharusnya dihubungkan sehingga berbentuk rantai yang berkelanjutan.

Rantai motivasi yang berkelanjutan akan selalu memberi kita ketenangan dan semangat serta ketahanan dari goncangan-goncangan dinamika kehidupan.

Hari ini lebih baik dari kemarin sudah terbukti..

Hari esok lebih baik dari hari ini adalah keinginan….keinginan inilah yang disebut rantai motivasi

Mari bentuk rantai motivasi yang baik, lebih baik dan bertambah baik dari hari kehari..

Munculkan selalu rantai motivasi dalam kehidupan kita.

8. Nov, 2017

Dalam kancah belantika hidup, sering kita temui adanya perbedaan sikap mental dari individu-individu dalam menyikapi persoalan yang timbul.
Ada yang cendrung ekstrim, ada yang moderat dan banyak juga yang menyikapi dengan tidak mau tau alias cuek.

Dari tiga kondisi diatas maka secara otomatis timbul blok-blok atau kelompok-kelompok dengan pola yang berlandaskan ketiga hal diatas.
Kita diharuskan selalu memilih diantara ketiga hal diatas baik secara sengaja (tau dan ada ilmunya) atau secara tidak sengaja (tidak mau tau atau tidak ada ilmunya).

Bagaimana kita harus bersikap
Menurut hemat penulis bahwa setiap jenis kasus / problem yang dihadapi akan menentukan juga sikap kita, apakah kita bersikap ekstrim, moderat/ sedang atau tak mau tau/ cuek.

Untuk mempermudah pemahaman, kita lihat tiga contoh sederhana dibawah ini:
Suatu hari seorang tetangga kita meninggal dunia maka,
Secara ekstrim kita akan melayat dan mengucapkan belasungkawa,
Kalau kita cuek dan tak mau tau maka suatu saat kita akan dicuekin juga.

Suatu hari kita bepergian dengan alat transportasi, tetapi terjadi keterlambatan dikarenakan masalah teknis maka,
Secara moderat kita akan menunggu sampai masalah teknis terselesaikan,
Kalau kita ekstrim memaksa berangkat, maka keselamatan kita taruhannya.

Suatu hari ada seorang gila mengoceh sambil menatap kearah kita maka,
Secara cuek kita akan berpaling menjauhi si gila,
Kalau kita ekstrim atau moderat menantang mengoceh juga, maka kita tidak berbeda dengan si gila.

Dari ketiga contoh diatas kita dituntut untuk selalu seimbang menerapkan sikap mental,
Ini semua demi kesuksesan kita mengarungi belantika hidup yang penuh dengan tantangan.

Bagaimana caranya melatih dan mempertajam sikap mental yang seimbang?
Beberapa tips yang bisa menjadi pedoman yaitu:
1. Hidup dalam masyarakat yang suka bersilaturahmi/ kunjung mengunjung atau suka menyapa,
2. Tingkatkan kepahaman religy dan kepahaman sosial dengan memiliki literatur-literatur yang berkualitas,
3. Ringan tangan dalam membantu, menolong dan suka bersosialisasi,
4. Hormat pada yang tua dan sayang pada yang muda

Hidup sukses, seimbangkan sikap mental….

8. Nov, 2017

Sering terdengar sentilan-sentilan seperti ” Si A berhasil dalam musik karena punya bakat musik” atau “Si B sukses dalam bisnis karena punya bakat bisnis”
Tidak salah kalau kita mengiyakan sentilan diatas dan tidak salah juga kalau kita menggaris bawahi bahwa Bakat bukan merupakan porsi yang besar bagi terwujudnya kesuksesan seseorang.
Bakat adalah salah satu “bekal” diantara “bekal-bekal” lainnya yang dikaruniai oleh Allah SWT sang pencipta untuk mengarungi hidup di dunia.
Kalau boleh saya ibaratkan, bakat bagaikan “cairan kental/ jel yang akan berubah bentuk sepanjang usia manusia” yang sangat membutuhkan wadah pembentuk. Dimana material wadah pembentuk bersumber dari lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan lingkungan sekolah.
“Wadah” diatas dituntut harus mempunyai kualitas yang baik agar bakat yang dihasilkan mempunyai bentuk yang Elok, Enak dipandang, Halus ditangan, Kokoh dan Harum semerbak dan saat wadah cetakannya dilepas (manusia tersebut meninggal) masih meninggalkan aroma keharuman yang sejati (dikenang).
Dalam pencapaian bentuk wadah dengan kualitas baik maka bekal-bekal lainnya seperti, mata, telinga, otak dan organ vital lainnya harus difungsikan untuk mendukung pembentukan wadah tersebut.
Mata digunakan untuk membaca ilmu dari literatur buku-buku yang baik dan melihat fenomena alam semesta,
Telinga digunakan untuk mendengar pembicaraan-pembicaraan yang berkualitas, positif dan motivatif,
Otak digunakan untuk mencerna, menganalisa dan merumuskan informasi-informasi dari sumbangsih mata dan telinga,
Hati atau jiwa digunakan untuk mengimbangi/ mengontrol produk hasil dari otak atau pemikiran,
Produk dari Otak dan Hati inilah yang memberikan ciri dan kualitas langsung dari “wadah” pembentuk bakat,
Jadi sentilan-sentilan diatas sebenarnya adalah buah dari bakat yang sudah memberikan bentuk.
Beberapa hal yang bisa dipersiapkan dan dikondisikan agar kata-kata “si A atau si B” diganti dengan nama kita, yaitu:
1. Bentuk atau kondisikan lingkungan keluarga yang memberikan kebebasan dan dukungan munculnya embrio bakat dari anggota keluarga, peran orang tua sangat menentukan
2. Cari lingkungan masyarakat yang kondusif dengan bakat kita, misalnya ikut komunitas pengusaha bagi yang punya bakat pengusaha
3. Cari lingkungan sekolah yang mau bekerjasama untuk pengembangan bakat siswanya, misalnya ikut extrakulikuler melukis bagi siswa yang berbakat melukis
Semoga uraian singkat ini memberikan alur pemahaman dan langkah yang runtut mengenai apa itu Bakat

4. Okt, 2017

Rasa Percaya Diri adalah tiga rangkaian kata yang apabila dipecah akan mempunyai makna sendiri-sendiri,
Rasa adalah perasaan diri yang teridentifikasi dari hati dan dicerna di otak.
Percaya adalah komitmen dari hati yang berbuah perilaku.
Sedangkan Diri adalah tempat bersemayamnya Rasa Percaya.
Rasa Percaya Diri adalah potensi yang sangat luar biasa dan mempengaruhi standar kualitas hidup pada setiap manusia .
Apabila sebutan pada anda “rasa percaya diri anda tinggi” itu berarti potensi rasa percaya diri yang sudah melalui proses latihan.
Melatih Rasa Percaya Diri
Melatih rasa percaya diri tidak sebatas sekedar mengetahui ilmunya melalui membaca buku, tetapi jauh lebih penting adalah dengan mengkondisikan diri pada situasi yang memberikan pengalaman bagi si rasa percaya diri, misalnya:
1. Menjadi sales/ penjual barang apa saja dan menawarkan dari rumah ke rumah,
2. Berani berbicara didepan forum,
3. Memberi nasehat/ masukan pada orang lain, nasehat tidak harus sempurna,
4. Biasakan menjadi yang pertama/ pioner,
Penulis sudah merasakan ke empat kondisi diatas dan benar, orang lain memberikan penilaian yang baik …”anda punya rasa percaya diri yang tinggi”.
Manfaat Rasa Percaya Diri yang tinggi
Apa manfaat yang dirasakan apabila kita mempunyai Rasa Percaya Diri yang tinggi??
Beberapa item yang penulis rasakan adalah:
1. Diri menilai bahwa kualitas pribadi muncul dari dalam,
2. Kuat dalam berargumentasi dan selalu ingin menang (diperlukan penjabaran lebih lanjut)
3. Mental bersaing sangat tinggi,
4. Tidak mudah menyerah,
5. Selalu ingin punya alternatif dalam menyelesaikan setiap masalah,
Siapa yang ingin meningkatkan Rasa Percaya Diri, cobalah keempat item diatas!

13. Jul, 2017

“Hidup ini bagaikan putaran roda pedati, kadang diatas dan kadang dibawah”. Ungkapan diatas sering kita dengar dari seseorang yang baru terpuruk dari usaha atau pekerjaannya. Atau ungkapan pembenaran terhadap diri yang lemah. Ataupun dari seseorang yang baru sukses namun ragu dengan ketahanan kesuksesannya “sekarang sukses..sebentar lagi sepertinya terpuruk lagi”.

Dalam kedinamisan kehidupan, fluktuasi kondisi setiap pribadi dalam segala bidang (keuangan, prestasi kerja, keuntungan usaha, hubungan sosial dan kualitas keimanan) akan berputar seperti putaran roda pedati, namun roda pedati haruslah dipahami dalam jumlah yang banyak dan membentuk pola anak tangga. Saat kita masuk dalam putaran roda pedati yang pertama, akan terasa kita mulai menaik dan bertambah naik sampai putaran roda telah mencapai puncaknya. Pada momen ini haruslah bersiap untuk melakukan lompatan ke roda pedati yang kedua yang lebih tinggi meskipun akan bertengger diputaran paling bawah. Tetapi yakinlah bahwa roda pedati yang kedua ini akan membawa kita kepuncak putaran roda, dan bersiap melompat keroda lebih tinggi yaitu roda pedati ke tiga. Begitu seterusnya.

Pertanyaannya adalah,…Bagaimana mengidentifikasi putaran roda pedati sudah mencapai puncak dan bagaimana agar lompatan bisa signifikan sehingga terlewati 2, 3 atau 4 roda sekaligus.

Identifikasi putaran roda.

Untuk mengidentifikasi putaran roda tidaklah sulit yaitu dengan melihat perkembangan pesaing kita. Secara naluriah, saat menjadi sperma sebelum lahir dan setelah lahir kedunia sudah punya pesaing, misalnya yang terbaik dari jutaan sperma yang berhasil membuahi ovum dan dari sekolah tingkat SD, SMP dan SMU kita dituntut untuk menjadi yang terbaik dalam bentuk rangking 1, 2 dan seterusnya serta saat bekerja kita akan diberi penghargaan dan berprestasi jika melebihi dari teman kerja lainnya.

Putaran roda pedati kita akan ada diposisi puncak saat kita menjadi yang terbaik dari yang ada dalam satu bidang misalnya bidang usaha/bisnis, dan harus juga dibandingkan prestasi lainnya misalnya hubungan sosial kita hendaklah juga berada pada posisi puncak, kalau belum maka bersiaplah melakukan lompatan ke putaran roda kedua yang lebih tinggi yaitu putaran roda hubungan social.

Lompatan Signifikan

Lompatan signifikan adalah lompatan kesuksesan dalam bidang-bidang, yaitu kekayaan harta, hubungan sosial, intelektual dan Keagamaan dalam waktu yang bersamaan. Usaha yang sangat gigih dan kontinyu dalam meraih kesuksesan disemua bidang diatas adalah kuncinya. Ambillah contoh dari pendahulu-pendahulu yang namanya terukir sebagai punggawa perubahan peradabadan baik dalam bidang Bisnis, Sosial, Intelektual dan keagamaan.

Yakin dan bersiaplah selalu untuk melakukan lompatan-lompatan kesuksesan.